|
|
Monday, July 21, 2003
::nina's diary::
basicly, it's only someone's diary. she's nina. she stays in a small town with sarah who owns a petcare center. at the first time, nina rent an apartment. but sarah asked her to move in with her so nina's not that lonely and so is sarah. nina has a best friend called janet. janet is nina's college friend and a model, she also has a boyfriend roger - studies at the same university and works as a waiter in a pizza corner. at petcare center, there are two other employees kumi (has a modelling boyfriend named sheijiro) and andrew.
sarah's grandson, sean, will live together with them. he's gratuated from his diploma and looking for a job. this young man is a lil bit quite and less of speech, but he can control his emotion well and gives good advice of live. actually, sarah wants to give him the petcare center to him and manage everything. let see if he take the opportunity.
#
dB told the story @ 11:11 AM
#Memory (END)#
"Silahkan Anda untuk mengingat memori yang ingin Anda hapus dari otak Anda".
Aliran listrik mulai terasa di sekujur tubuh Bovanka melalui kabel-kabel yang tertempel di pakaian operasi yang dikenakannya, terutama di bagian headset. Aliran tersebut memacu memori yang benar-benar ingin dihapusnya. Memori yang dia rasa tidak perlu lagi dia simpan. Memori yang merupakan impian belaka.
... Kimaya berlari menghindari kejaran Bovanka namun sebentar kemudia memeluk tubuh lelaki itu dan tiba-tiba menciumnya ...
Bovanka ingin cepat selesai.
... "Caro, sayang..." ....
Ingin sekali cepat selesai.
... Mereka tertawa bersama ...
Bovanka tidak tahan lagi.
... Kimaya menggandengnya. Dan tersenyum manis ...
Kilatan memori itu semakin cepat berkelebatan di matanya yang tertutup. Frame demi frame berganti-ganti melebihi yang dia inginkan. Badannya mengejang. Tangannya memegang kursi erat-erat. Ingin rasanya dia berteriak sekuar tenaga tapi tak mampu. Rasanya ia tak mempunyai tenaga lagi untuk melawan. Aliran listrik itu menyedot setiap detik, setiap tenaga, setiap frame memori yang dia ingat. Tentang Kimaya, tentang gadis cantik, tentang kekasihnya itu.
... "Maaf, Mr. Bovanka. Kami tidak bisa menyelamatkannya. Kankernya sudah menjalar ke paru-paru, yang hanya bisa kita lakukan ... " ...
... "Jangan menangis, Caro. Biarkan aku cantik di matamu. Tertawalah ... " dan Kimaya pun tersenyum sambil menutup matanya dan tidak terbuka lagi ...
"Aaaaahhhhhhhhhh!!!!" akhirnya Bovanka berteriak.
****
"Tidak ada perkembangan?" tanya dokter itu pad aperawat di sebelahnya sambil membaca catatan kesehatan pasien di ruang sebelah, yang ia amati dari balik kaca dua arah.
Nama: Bovanka Oskandina. Umur: 28 tahun ... sudah berkali-kali terbaca olehnya dalam dua tahun terakhir ini.
Perawat itu menggeleng. "Masih sama seperti saat dia datang ke sini, Dok. Sepertinya dia tidak punya ingatan apa-apa lagi tentang dirinya".
"Hmm, memang dia pernah menjalani operasi penghilangan sebagian memori, tapi hanya orang ini yang berakhir dengan kasus seperti ini. Neuro-Tech sangat mengandalkan teknologi yang memperhatikan keselamatan kliennya," dokter itu mengoceh panjang lebar. "Mungkin otaknya benar-benar hanya terisi dengan memori yang dihapus waktu itu".
Dan mereka hanya menatap diam lelaki yang tetap tak bergeming itu.
***
#
dB told the story @ 10:14 AM
Thursday, July 10, 2003
#Memory (part 2)#
"...kami menyediakan berbagai layanan untuk menangani masalah memori sesuai dengan yang Anda inginkan. Silahkan pilh dan tekan menu pada layar di depan Anda."
Dan layar semu pun muncul di depan Bovanka. Tertulis di situ beberapa pilihan : implant memory, search memory in database, delete memory. Dia memilih yang terakhir.
"Untuk layanan ini Neuro-Tech menyediakan dua pilihan...
Lambat sekali! maki Bovanka perlahan.
"... silahkan pilih layanan yang Anda inginkan."
Lelaki itu memilih 'delete without save' daripada 'delete and save to Neuro-Tech database'.
Suara wanita itu terdengar lagi, "Harap tunggu sebentar. Kami akan menyiapkan sistem untuk menghapus memori yang Anda inginkan".
Bovanka menjadi tegang. Layar menunjukkan tanda 'loading'. Untuk menuju 100%, detik demi detiknya serasa seperti berabad-abad. Dia ingin segera mengakhiri dan melupakan semuanya.
"Anda telah memilih menghapus memori dan hapus tanpa simpan. Prosedur yang akan dilakukan adalah kami akan mengambil memori yang Anda ingin hapus dan menghilangkannya dari otak Anda. Sekali lagi kam ingatkan, setelah layanan kami jalankan memori tersebut tidak akan dapat dikembalikan lagi pada otak Anda. Jika Anda bersedia untuk melanjutkan operasi ini tekan 'yes' untuk melanjutkan. Jika tidak, tekan 'no' dan Anda dipersilahkan meninggalkan ruang operasi Neuro-Tech".
Bovanka diam sebentar. Keringat dingin mulai menyerangnya. Tanpa sadar memori yang ingin dia hapurs bersliweran di otaknya.
... Gadis berambut hiotam tersenyum sebentar, mengecup dahi Bovanka yang dicintainya lalu meletakkan kepalanya pada bahu lelaki itu. "Bove, hiduplah selamanya bersamaku dan hanya untukku." Bovanka terdiam dan hanya bisa menyenangkan gadis cantik bernama Kimaya itu...
Bovanka mengepalkan tangannya. Jantungnya berdegup semakin kencang.
... Kimaya menatapnya sendu. "Mio Caro, aku mencintaimu ... ," dan mereka pun tenggelam menjadi satu ...
"Waktu yang tersisa untuk menentukan pilihan tinggal 10 detik lagi. Jika tidak, Anda dianggap memilih 'no' dan dipersilahkan meninggalkan ruang operasi. Hitung mundur dimulai ... sepuluh ... sembilan ... delapan ... "
... Caro ... Caro ... Bove ...
"... lima ... empat ... "
Bovanka menekan 'yes' dengan cepat.
(to be continued)
#
dB told the story @ 5:16 PM
|